//Recent Comments Settings var numComments = 5; var characters = 60;

18 December 2010

Aktifitas baru

Syukur alhamdulillah, akhirnya... setelah sekian lama akhirnya dapat juga. Bukan masalah jodoh ya, yang itu mah lagi dicari. Sekarang tiap hari sabtu gue ikut kajian di PPIB dengan tema yang berbeda, kebetulan sekarang temanya lagi menarik-menariknya neh... hehehe




Meski harus sedikit pincang tapi semangat terus berkobar. Kajian yang berlangsung kurang lebih 3 jam itu berakhir pukul 11, meluncurlah gue dari TKP ke tempat pameran lukisan di gedung kemuning. Hm... ketemu pak Ibrahim, Ibu Elly dan segenap pelukis lain. Kangen....

Gue juga ngobrol sama pak Hasan yang udah 15 tahun ngajar, dia pelukis dan akan buka sanggar or pelatihan buat calon guru lukis. Ternyata menyenangkan... and... masa dia bilang gue tergolong orang yang ber IQ tinggi, wehhh melayanglah! untung kaga tinggi-tinggi. Yah, dia itu lulusan psikologi di salah satu UNIV yang gue lupa namanya. Dia bilang gitu setelah dia tanya beberapa hal. Bahwa gue yang suka sama keramaian, kalau ke toko buku kaga baca depannya dulu, kalau baca buku kalau dah bosen gak diterusin alias di taruh aja! trus kamar gue berantakan, kalau belajar sukanya pake musik dan di lafalkan keras-keras dan kalau guru ngajar ampe kebelakang gue nya kaga ikut-ikut nengok gitu... wkwkwk apa itu bener-bener pengujian yang afdhal?? wawlohu'alam yang jelas gue ngerasa gak punya intelegensi yang ok tapi cuma sedikit kreatif. Yang sebenernya dia mau lihat adalah coret-coretan gue, yang katanya kalau kurang rapi bisa jadi mendukung pernyataannya itu. haiyahhh.... semoga aja hahahha...

Kalau menurut gue IQ seseorang itu dipengaruhi lingkungan dan usia juga. IQ tanpa EQ juga kaga bagus kan? (ngarti ge heunteu hartina!!)

13 December 2010

Jodoh

[/caption]

Sungguh misteri kata yang satu ini. Tidak ada satu mahluk pun yang tau, tapi kedatangannya adalah pasti seperti halnya mati. Kata yang satu ini juga sanggup membuat perempuan-perempuan diatas 25 kebanyakan mulai khawatir. Tapi jika dihati  ada Allah, percaya dengan segala kasih sayang dan ketentuan-Nya maka Insya allah kegalauan itu akan membuat hati tenang. Semua akan terasa nikmat sambil menunggu saatnya tiba.


Pengalaman selama ada project poto pernikahan juga macem-macem, semua itu membuat gue berpikir, bahwa “kalau jodoh juga gak kemana” ada yang gak direstuin tapi akhirnya menikah juga meski salah satu pihak keluarga gak hadir. Ada yang suaminya tua banget, ada lagi yang, waks banyaklah! Kerasa banget perjuangan mereka untuk ngedapetin sang pendamping hingga ijab qabul pun diikrarkan. Subhanallah…

Semoga mereka yang menikah, selalu mendapat ridha allah. Tinggal tukang potonye yang belum nikah, hihihi jadi lucu kalao inget itu… perbagai ijab qabul gue saksikan, dan serangkaian walimah ples masalah-masalah mereka. Tapi yang bikin bahagia adalah ketika kita (kru photo) memberikan yang terbaik berupa pengabadian momen dalam bentuk lembaran digital. Moga aja, kalau gue merit banyak yang datang, acaranya sukses berat! Ayo yang baca ini, doa-doa!

12 December 2010

Diary?

Diminta nulis Diary, waduh! gue pikir, diary itu kan buku khusus wat nulis semua uneg-uneg kita, baik senang or sedih. Pokoknya kaya temen curhat gitu deh, tappii... diary yang dimaksud anak kelas 3 esde inih adalah nulis biodata kita. wkwkw jadi inget masa-masa esem-a kebawah... sama persis !


Dimana dalam buku yang katanya diary itu temen-temen bakal nulis segudang info tentang dirinya, mulai dari nama lengkap, nickname, address, hoby, TTL, pesan kesan trus banyaklah! ampe nama guru. wedeh!  kalau sekarang gue pikir (nanaonan seh...?) hehehe...

Wat jaman sekarang sepertinya cukup no telp aja kali ya, apalagi hape dah pada punya ataw... tukeran id fb or id situs jejaring sosial lain. Tinggal beberapa kali klik, keliatan deh segudang info berikut testimoni-testimoninya. Tapi emang gak semua, misal wat yang masih agak gaptek atau gak punya duit wat beli hape... jadi menulis sajalah, hitung-hitung belajar...

heuheue...

06 December 2010

Met 1 Muharam






ALhamdulillah karena sampai pada hari ini Allah masih memberikan kita nikmat sehat, nikmat ngetik di blog nikmat nyalurin ide dan inpirasi. Semoga ditahun baru ini kita juga bisa meningkatkan kuantitas dan kualitas ketaqwaan, keimanan, ibadah dan amal kita. Menambah yang sunnah dan memperbaiki yang wajib.


Ya seperti yang dikutip di ceramah Ustd Mansyur pagi ini. Menghidupkan shalat malam. Katanya,
buat apa kerja lembur, banting tulang cari kerja tapi kalau shalat malam aja nggak pernah, lalu anak-anak yang sekolah bertahun-tahun, berangkat pagi pulang sore, les juga tapi mereka nggak kenal atau gak bisa yang namanya shalat Dhuha. Subhanallah, bener juga. Kalau nggak dari sekarang kapan lagi? Kawan ayo kita bertekad untuk memperbaiki dan melakukan itu semua lillahita'ala. Sehingga kehidupan dunia dan akherat bisa seimbang. Amin...


Apa yang yang manusia pandang bahwa kita adalah pekerja keras, orang pintar, ahli ini, ahli itu belum tentu baik dimata Allah. Jangankan yang pelakunya tidak melakukan ibadah, pun yang melakukan ibadah  masih ada kurang baiknya. Semoga kita jadi orang yang senantiasa sadar dan bertaubat.

Tahun demi tahun itu terasa sangat cepat. Jika gue liat kerangka (planning) yang pernah gue buat beberapa tahun kebelakang. Subhanallah, alhamdulillah beberapa poin tercapai. Tapi semua itu masih bersifat keduniawian. Mari kita tulis kerangka pencapaian ibadah apa yang akan kita tingkatkan ditahun baru ini. Semisal, Akan mulai bangun malam untuk shalat, memulai menghapal Al-quran minimal satu ayat saja setiap hari, memulai shalat dhuha, memperbanyak sedekah dan lain sebagainya. Mulai dari sekarang, dari hal yang kecil. Insya Allah kalau niat dan tekad kita kuat, gangguan kemalasan apapun bisa kita lawan, mohonlah kepada Allah agar diistiqomahkan...


Kawan bisa hitung berapa usia kita sekarang. Berapa banyak waktu yang terlewat tanpa guna? berapa waktu yang terlewat hanya untuk urusan duniawi. Taukah kita berapa sisa usia kita? atau mungkin setelah mengetik ini kita  akan mati, siapa yang tau? Jadi sekali lagi, AYO, MULAI DARI SEKARANG... tidak ada kata terlambat, sesungguhnya Allah itu maha pengampun dan maha pengasih.


Akhirul kalam, Jazakallahu khairankatsiron, semoga postingan ini bermanfaat dan bisa memicu hati, mendorong jiwa untuk selalu terhubung pada Allah dan akherat yang kekal kelak. Amin...


Note :

Thanks To : Allah SWT atas segala rahmat dan nikmat, untuk semua kawan dan kerabat yang selama ini telah membantu. Semoga kalian selalu berada dalam penjagaan Allah.

29 November 2010

Harusnya gak perlu sesedih ini, sekecewa ini, sekesal ini... karena semua adalah karunia Allah, semua adalah nikmat Allah meski semua itu dalam bentuk ujian atau cobaan. Harusnya gue jadi orang yang pandai bersyukur.

Hari ini serasa ada beban hingga rasanya berat banget untuk melangkah ke kantor, dan malas yang gak terkira. Yah bener.
Di Kantor yang beberapa kali mati lampu bikin jaringan internet ngaco, gak bisa kirim email, buka data lama, ac mati dan panas. Kepala sakit, desain yang mendesak dan sulit belum lagi... akh! belum lagi berita tentang mas Adrian salah satu rekan yang kabarnya masuk ICU lagi, padahal udah 5 hari dia cukup sehat. Sekarang dia harus 2 kali lipat disuntik cairan yang besarnya gak seberapa dengan harga 3 juta perbotol. Cairan yang hanya berfungsi menahan virus supaya gak berkembang biak dan menjalar yang menyebabkan kelumpuhan.

Setelah 5 hari itu, setelah dia bisa bicara dan chatting, kembali dia tergolek lemah.  Kali tanpa gerak tangan dan nafas bantuan dari selang. Gue terhenyak, gue ingat almarhum a uwin dan bapak. Gue inget Bagus. Mengapa Allah mengambil mereka diusia muda? benarkah karena mereka orang baik? sementara orang yang buruk perangai akan diberi umur panjang, diberi kesempatan untuk bertaubat. Kalau begitu... bolehkah gue minta jadi orang baik dan diberi umur panjang? tapi lagi-lagi... sampai kapan kita mau panjang umur? sampai tuakah? atau sampai kesuksesan tercapai? dimana letak kesuksesan yang tepat???

Mati, mati, mati.... kata ini tidak membelenggu atau membuat gue takut. Tapi ini jadi pemicu semangat gue untuk selalu melakukan yang terbaik untuk orang-orang disekeliling gue...

Let stop talking about this!. Karena casenya gue lagi merasa kecewa, dan jenuh. Kaitannya adalah hal tadi, bahwa ditengah kegalauan hati, hari ini Allah memberikan gue tempat untuk bermuhasabah dengan berita sakit Adrian... dan ingatan gue akan kematian orang-orang terdahulu. Ya Allah, sungguh hamba Mu yang satu ini tidak pernah bersyukur... astagfirullah...

Hal yang bikin kecewa dan semakin kecewa hingga membuat gue diam seribu bahasa dan hanya senyum miris di kantor adalah karena NR. Orang yang akhir-akhir ini mengibarkan sayap-sayap kata lewat short message service dan dia mengcopy paste salah satu kalimat di status orang yang mungkin boleh dibilang pernah dibuat kecewa oleh dia. Again, lagi-lagi gue menoleh kebelakang dan berkaca bahwa hari ini dan beberapa hari sebelumnya gue telah melanggar tanggung jawab gue terhadap tekad alias gue GAK KONSISTEN. THEN?

Untung gue masih bisa sadar meski emosi cukup tidak terkendali. Bawa motor dari tempat kerja ke rumah dah kaya orang gila. Selip sana sini. Gue merasa ada kerinduan yang sangat untuk bercerita pada Allah...

Semoga ini semua bisa menjadi pembelajaran dan semoga hari esok akan lebih baik. Semoga Allah membuka jalan, membuka hatinya dan semoga Adrian diberi kesempatan oleh Allah SWT... Amin...

27 November 2010

Heart Attack



Akh, kenapa gue harus khawatir? bukankah khawatir berlebihan itu gak bagus? Yep, ini berita tentang abang gue yang kena penyakit jantung. Setelah dulu alharhum bokap gue yang sampai akhir hayatnya bawa penyakit itu ampe liang kubur.  Meski penyakitnya waktu itu dipicu dari diabetes.  Kalau dibilang luka, mungkin lukanya udah sembuh. Karena usia kematian bokap
yang gak jauh ma abang ketiga gue, jadi shok itu aga sedikit ngebeleber kalau kaya tinta mah. Tapi dari sana gue banyak belajar, mengambil hikmah bahwa betapa berartinya kesehatan, betapa rapuhnya manusia, dengan segala keterbatasannya tidak mampu mengelak atau lari dari kehendak Allah SWT. Meskipun misal, casenya gak sakit, mati itu pasti akan datang. Belum lagi belajar gimana cara sabar dan iklas. Ya, Iklas. Karena sebenarnya apa yang kita punya apapun itu, bahkan raga kita sendiri adalah titipan Allah SWT yang bisa Dia ambil kapan aja. Jadi kita gak perlu ngerasa kehilangan. Semua ini adalah hak Allah...

Kita merasa kehilangan karena kita sudah terbiasa atau mungkin terlena dengan apa yang ada, apa yang telah bersama kita. Semoga Abang gue bisa cepet sembuh karena gue kepingin ngeliat mereka bahagia...

aku pergi ketoko sayap dan membeli sayap sepanjang 20 meter. Sang penjual bertanya "untuk apa sayap ini?" aku jawab bahwa aku beli sayap ini untuk dapat merengkuh keluargaku dan membawa mereka kemanapun aku pergi.

note : cepet sembuh yah, abangkuh...