//Recent Comments Settings var numComments = 5; var characters = 60;
Showing posts with label Buku dan pengarang. Show all posts
Showing posts with label Buku dan pengarang. Show all posts

14 September 2010

The Gogons: James & the Incredible Incident

Teman-teman bacalah buku ini. Gue ampe nangis senangis-nangisnya, ketawa seketawa-ketawanya... huahhh... campur aduk. Rasanya sulit diungkapkan. Buku bercerita tentang arti persahabatan dan lika-liku hidup.  Berikut ringkasan ceritanya :



Mereka awalnya berenam!
Dipertemukan tak sengaja oleh takdir huruf pertama.
Bertabiat laksana bumi dan langit.

Mereka sekarang tetap berenam!
Cowok-cowok metroseksual dengan masalah superserius!
Riang-tertawa menjalani manis persahabatan.

Yang tidak pernah mereka sadari,
Persahabatan itu mulai menembus batas-batas rasionalitas.

Ketika satu per satu berguguran oleh tragedi menyakitkan yang sulit dimengerti. Ketika persahabatan menuntut lebihdari sekadar kebersamaan.

Mereka awalnya berenam!
Entah menjadi berapalah di ujung cerita!

L.S.D.L.F - Lontong Sayur Dalam Lembaran Fashion

L.S.D.L.F. adalah refleksi dari sisi hidup wartawan-wartawan lifestyle. Mereka berada dalam profesi yang berhadapan langsung dengan berbagai kondisi sosial metropolis. Mereka berinteraksi dengan
orang-orang gila brand, social climber, fashion society, ingin jadi model terkenal, intrik agen-agen model, kaum metroseksual, dan orang-orang yang tulus di tengah sekelompok hedonis. Mereka menanggapi kehidupan dengan kritis dan investigatif.


Gue ngerasa ceritanya datar-datar aja, tapi ternyata malah seneng... karena tokoh Alif yang punya affair dengan salah satu staff. Yang akhirnya juga.. whoaaa sedih. terbengong-bengong...  hubungan tersembunyi yang terbilang sukses dan mengharu biru... karena sang kekasih akhirnya meninggal. Tapi pengorbanannya bo... rela gitu ya, beli sepatu Prada seharga 8 juta hanya agar sang kekasih gak terlibat kasus...

Udah gitu, gue suka banget dengan jam kerja tinggi di cerita ini. Banyak nama-nama tokoh terkenal, brand fashion, dan masih banyak lagi. Syahmedi Dean membawa gue keliling dunia. Owh, mantaf. Apalagi gue dah punya pengalaman studi garmen. Makin sreg ajah! Lelaki kelahiran Medan, 14 Mei 1969 ini menyusun cerita dengan bahasa renyah dan mudah dipahami. Yah, meski banyak nama-nama asingnya. hehehe.. hidup Syahmedi Dean! semoga sukses dan gue akan buru lagi buku-bukumu yang lain.

12 September 2010

Najib Kailani - Bayang Bayang Hitam

Keruntuhan banyak negara sering disebabkan oleh kekacauan dari dalam; salah satu penyebabnya adalah pengamalan ajaran agama secara sempit yang diubah menjadi corong kekuasaan, kemudian dipraktekkan secara membabi buta.


Hal ini tergambar dalam alur novel sejarah kemelut di Ethiopia karya dr. Najib Kailani (1931-1995) ini. Kita dapat menyimak eksplorasi psikologis yang mengalir dalam penuturan dan gaya narasi yang memukau, yang telah mengibarkan nama sastrawan, intelektual, dan aktivis dakwah Ikhwanul Muslimin berdarah Mesir ini sebagai salah satu seorang penggagas sastra Islam modern.

Serius gue suka buku ini. Hm... strategi perang yang keren! Dalam buku ini di paparkan tentang penghianatan, pengorbanan dan seluruh alur dalam buku  yang mengharu biru. Subhanallah, meski Iyasu, tokoh utama yang akhirnya mati tapi kita gak ngerasa kecewa. Justru gue merasa dia hidup terus, karena kematiannya sekalipun tetap membuat musuhnya gentar.

Diakhir cerita, Iyasu dihukum mati. Tapi bibirnya tetap tersenyum karena sebelum mati ia mengucapkan dua kalimat syahadat. Hal ini membuat Haile Selassie tenang dan kebenciannya hilang. Tapi ia menangis. Menangis karena merasa sebagai orang yang lemah.  Berikut penggalan kalimatnya saat Haile Selassie ditanya salah seorang yang terdekat dengannya:

"Karena aku merasa bahwa aku adalah orang lemah. Aku telah membunuh Iyasu, tapi aku masih takut padanya. Aku merasa ia menghina dan mengejekku. Dia melihat kearahku seakan aku anak kecil yang bodoh yang sedang bermain api. Kenyataannya ia belum memadamkan api yang menyala di dadaku. Senyuman pucat mayat itu menunjukan ejekan dan penghinaan yang pahit bagiku...."

Hm... andai kisah ini benar2 nyata, maka gue berdoa agar kematian syahidnya mendapat balasan, yaitu surga Allah.

note : Buku ini bener-bener T O P  B  G T.

note lagi : Sayangnya gue kok gak nemuin poto pengarangnya ya?? ada yang punya? kasih link nya dunk...

U T U K K I Sayap Para Dewa


I am one wing and you are equally the other

Dari pengarang novel-novel bestseller, Seri Indiana Chronicle dan The (Un)Reality Show

Cerita ini dimulai tujuh ribu tahun yang lalu.
Ketika manusia mendongak ke langit dan menatap bintang gemintang.
Terpesona.
Lalu bertanya, "Apakah hidup? Apakah cinta?"

Tujuh ribu tahun yang lalu, di lembah subur Mesopotamia, manusia mencapai peradabannya yang pertama.
Mereka membangun kota, menciptakan kepercayaan dan agama,
menemukan tulisan, membangun irigasi, menggunakan roda,
dan mendongengkan mitos pada setiap keturunan anak manusia.

Tujuh ribu tahun yang lalu,
bangsa Mesopotamia Kuno bercerita tentang delapan monster, seorang pendeta lelaki, dan dewa-dewi,
yang karena satu dan lain hal harus menentukan jalan hidupnya dan menggenapi nasibnya.

Cerita ini bukan mitos.
Bukan juga dongeng, fantasi, atau sekadar obrolan minum kopi.
Cerita ini adalah cerita abadi sepanjang zaman.
Sebuah epos tentang perjuangan, cinta, dan keyakinan,
yang telah hidup lebih dari tujuh ribu tahun.

Dari Mesopotamia, tahun 5000 Sebelum Masehi.
Sampai Jakarta, tahun 2000 Sesudah Masehi.


Sumber ringkasan cerita  : http://clara-ng.blogdrive.com/archive/24.html





Buku ini memiliki awal yang bagus. Dimulai dari Prolognya, jadi alur mundur gitu. Kalau menurut gue serasa ada di film-filmnya silat macem uler putih dikombinasiin sama film-film kartun berbau magic, banyak kilau cahaya dan bertaburan bintang gitu. whoaa... jadi waktu baca ini, gue bener-bener nikmatin momen-momennya. Baca separagraf, menghayal, baca separagraf, menghayal, hehehe... tapi tetep bikin kepingin baca kalimat berikut.

Oya, dalam buku ini juga sarat makna. Tentang gimana sih sebenernya kita itu harus mengartikan cinta,  tolong-menolong, persahabatan dan pengendalian diri. Hm... tampaknya gue perlu banyak belajar dari Celia dan Thomas. Apalagi pas detik detik terakhir! Clara Ng mengemas sejarah cerita ini dengan sangat manis... hebat hebat!



08 September 2010

Efi F. Arifin

She was born in 1981, Barabai.  Two books that I have read is Mumi Legenda and The Independent. Both of it, (gyahh!! mentok. Basa Indonesia we lah! ho ho ho) Kedua bukunya ini bener-bener amazing! well I also enjoyed it. Again and again, gak mau berenti. Setiap penggal cerita menantang untuk baca kalimat selanjutnya. Waduh, daya pikat bahasa dan ceritanya bener-bener bikin gue saluutt... mbae makan opo toh? (ups!)

Berikut resensinya.

Agama merupakan sesuatu yang mengisi ruhani kehidupan kita, yang tidak mungkin dihilangkan di hati pemeluknya. Di dunia ini banyak terdapat berbagai macam agama yang berbeda-beda, kadangkala perbedaan menghasilkan silang pendapat. Akan tetapi, bagaimana jika ternyata perbedaan tersebut menghasilkan sesuatu yang maha dahsyat bagi peradaban manusia, tak hanya konflik berkecamuk tapi juga perang agama!


Penulis membuka ceritanya dengan menggambarkan latar Bandung yang telah menjadi kota internasional di masa depan, tahun 2122. Ketika itu, dunia dikendalikan oleh sebuah organisasi besar bernama NSJ (Nations Society for Justice). Tidak ada Indonesia, Amerika, atau negara-negara lainnya, semuanya berkumpul dibawah naungan NSJ. Dengan alur flashback, kita diajak membayangkan, seratus tahun kebelakang dari tahun 2122, terjadi peranga agama yang memporak-porandakan peradaban. Dan atas nama keadilan dengan meniadakan keberadaan agama, sebuah organisasi bernama NSJ membangun kembali dunia ini dengan kemajuan ilmu sains tak terbatas dan teknologi super canggih.
Semua berjalan secara sempurna. Gedung-gedung megah, cyber yang didesain sedemikian rupa untuk menggantikan peran domestik manusia, commu-set untuk memudahkan komunikasi, teleport, cloning menjadi gaya hidupnya. Manusia berfisik nyaris sempurna, tak ada cacat tubuh, tak ada pennyakit mematikan. Yang mereka perlukan hanyalah tunduk dan patuh terhadap peraturan NSJ yang menggunakan semua kendali teknologi bagi dunia yang dibangunnya.
Hingga akhirnnya sebuah mumi secara tidak sengaja ditemukan oleh Rekha, tokoh utama dalam novel ini, yang merupakan seorang ilmuwan bio-chemist. Ternyata ketidaksengajaannya itu menyeret dia pada sebuah pengungkapan rahasia yang mengejutkan. Mumi yang bernama Miriam itulah yang mengungkap kedok, sikapa sesungguhnya NSJ.
Dari sinilah konflik demi konflik terbangun, menghadirkan suasana yang membetot perasaan kita. penulis begitu piawai menghadirkan konflik yang menghidupkan cerita. Selain itu, konflik emosional dalam diri Rekha dan tokoh-tokoh lainnya tidak lupa penulis tampilkan, seperti cinta vs kesetiakan, kerakusan vs kewajiban, ketakutan vs keinginan, dan balas dendam vs keraguan diri. Penulis pun seperti sengaja membiarkan beberapa konfliknya tidak terpecahkan, secara cerdas ia memberi indikasi tentang cerita sambungannya, dengan kalimat penutup, Angin kebebasan semakin harum tercium. Tak akan lama lagi…

disadur dari (http://tamipoenyatami.wordpress.com/2009/04/30/nsj-2122-mumi-legenda/)

Sonya Sones - ones of hideous book who is mother dies

Meski gue baru baca bukunya yang berjudul ones of hideous book who is mother dies tapi gue udah yakin bahwa dia adalah penulis yang sangat-sangat berbakat. Dia mengemas kata-kata dalam bukunya ini seperti puisi, tapi sebenernya rentetan cerita.

Buku bercerita tentang seorang gadis bernama Ruby. Waktu ibunya meninggal, Ruby terpaksa meninggalkan sahabat, cowok, bibi, dan makam ibunya di Boston. Ia terbang ke Los Angeles untuk tinggal bersama ayahnya, aktor kawakan yang menceraikan ibu Ruby ketika Ruby masih dalam kandungan. Ruby membenci ayahnya, ia sulit memaafkan ayahnya. Tapi perlahan-lahan sesuatu meluruhkan kebenciannya...

Em.. belum berhenti sampe situ. Yang gue suka adalah dari gaya bahasa yang dipakai dan penokohan. Rasanya bisa kebayang gimana waktu Sonya Sones nulis cerita itu. Tokoh Ruby yang teguh pendirian, mandiri dan cuek abis. Gak ada habisnya deh, rasanya mau baca terus!ya bikin penasaran gitu.

Salah satu penggalan cerita dari sekian yang gue suka adalah ketika Ruby bilang bahwa Whip itu nama yang jelek dan bodoh seperti orangnya. Tapi ternyata Whip itu adalah nama yang sering disebut oleh Ruby sendiri semasa kecil, jadi ayahnya terus ngegunain nama itu.

Berikut beberapa penggalan cerita-ceritanya :



I'm not that depressed,
considering that this
gigantic silver bullet with wings

is blasting me away from my whole entire life,
away from Lizzie Brody,

my best friend in the world,
away from Ray Johnston,
my first real boyfriend.


Not that depressed,
considering I've been kidnapped
by this monstrous steel pterodactyl
and it's flying me all the way to L.A.
to live with my father
who I've never even met
because he's such a scumbag
that he divorced my mother
before I was even born.


I'd say I'm doing reasonably well,
considering I'm being dragged
three thousand miles away from all my friends
and my school and my Aunt Duffy
and the house I've lived in ever since I was born,
three thousand miles away from my mother,
and my mother's grave,
where she lies in a cold wooden box
under six feet of dirt,
just beginning to rot.


I'm not that depressed
considering that I'm trapped
on this jumbo poison dart
shooting me away from everything I love,
and there's this real weird guy
sitting in the seat right behind mine,
who keeps picking his nose
and eating it.


Depressed?
Who? Me?






The pilot just announced
that there's a breathtaking view
of the Grand Canyon
for the passengers who are seated
on the left side of the aircraft.


Guess which side
I'm sitting on?






I'll probably be lying on a ratty old couch
telling some nosy shrink about this in a few years:


I was just about to turn four.
My aunt Duffy told me she was going to give me
a very special present for my birthday.
She said she was going to take me to see my daddy.
But only if I promised not to tell my mommy.


I remember crossing my heart and hoping to die,
and hurrying to put on my brand new red sparkle shoes.
Then she popped me into her Volkswagen
and whisked me off to a movie theater.
I figured my dad was going to meet us there.


I remember searching every face in the lobby,
trying to pick him out of the crowd,
while my heart tap-danced against my ribs.
I could hardly wait to show my daddy (my daddy!)
those new shoes.


I remember the lights going down, the film coming on,
and there still being no sign of him.
"But where is he?" I demanded to know,
on the verge of a major meltdown.


Aunt Duffy put her arm around me,
then pointed to this enormous face up on the movie screen
and said, "There he is, Ruby.


That's your daddy.
Your daddy's Whip Logan."




I thought there'd be a butler.
Some guy with an English accent
and white gloves, hovering
with assorted silver trays,

lifting off shining domed lids
to reveal steaming. steaming.
Oh, I don't know.
Steaming crumpets or something.

But it's just Whip.
And me.
Surrounded by
an acre of kitchen.

Just Whip.
And me.
And at least one of every cooking device
known to mankind.

There's even a spatula that automatically
flips pancakes when you press a button.
Which Whip happens to be demonstrating
at this very moment.

He looks like such an idiot in that apron,
going on and on about
how his macadamia nut pancakes
are renowned the world over

and about how if he hadn't been an actor
he probably would have been a chef
and about how tangy the oranges from his trees
are at this time of year

and about how he gave his assistant
the weekend off
but I'm going to love him when I meet him
because he's a real hoot

and about how it's fun sometimes
to have breakfast for dinner, isn't it?
And on and on and on and on.
until the doorbell rings.





Whip's up to his elbows in pancake batter.
So he sends me to see who it is.


I swing open the door, and practically fall over-
there, standing right in front of me,
is Cameron Diaz.


She grins when she sees my jaw drop,
and explains that she lives next door.
Cameron Diaz is my next door neighbor?!


Then she says she's so glad to meet me.
She says Whip's told her all about me.
Cameron Diaz knows things about me?!


She says she hates to be a bother
but she was wondering if Whip
could loan her some vanilla extract
for this birthday cake that she's baking for Drew.
Drew Barrymore?!


Then she breezes right past me straight toward the kitchen,
like she's been here a million times before.
Whip lights up when he sees her
and sweeps her into a hug.
She kisses his cheek.


She only stays a minute,
but it's plenty long enough for me to ask
myself the weirdest question of all time:


Is Cameron Diaz going to be my stepmother?

02 September 2010

Tony Parson

Hm... inspiratif... penulis internasional yang satu ini... memang punya bahasa cerita yang sederhana. Dengan masalah yang gak terlalu kompleks, tapi Tony Parson menuliskannya dengan cukup baik. Banyak kalimat yang mengandung makna kehidupan yang membuat gue berpikir, "o iya ya!".
Dia berbicara dari satu sisi seorang lelaki yang tampaknya dah berpengalaman, alias udah kenyang makan asem garemnya hidup, dalam bukunya yang udah gue baca kayak One for my baby, man and boy, man and wife. Good, very good! gue sampe cari-cari bukunya ketoko buku manapun, akhirnya beli online. Boleh dibilang, racikan kata-katanya bisa membuat masalah jadi tampil sederhana.

Buku ini berkisah tentang seorang lelaki yang menurut gue, selalu dan selalu mencari cinta dan arti hidup. Sebutlah namanya Harry. Ia menikah diusia 25 dengan seorang gadis jepang. Secara nyata, tokoh ini telah lengkap kebahagiaannya. Dengan memiliki istri yang cantik dan anak yang ganteng, tapi ternyata apa yang dia temui diluar sana? Kehidupan diluar yang memancing dirinya untuk mendapatkan satu makna kehidupan dan lagi, ia mencari cinta, mencobanya dan berakhir pada satu malam dimana ia tidur dengan seorang pelayan cafe. Akhirnya ia dan istrinya bercerai. Mulailah Harry dengan satu kehidupan baru dimana ia berjuang untuk mempertahankan hak asuh atas anaknya, Pat. Pada sesi ini, Harry dan Pat mulai bercerita banyak. Karena hidup berdua tanpa seorang wanita sebagai istri sekaligus ibu ternyata tidaklah mudah, meski semakin lama Harry pun terbiasa dengan kondisi demikian.



Kalau yang ini, sambungan dari buku man and boy. Ceritanya mengulas tentang Harry yang ngejalanin hidup berkeluarga sama istri barunya, Cyd. Hm... jangan dibilang Harry  puas dengan pencarian cintanya, karena disini dia menemukan sosok lain, yang membuat dia berpikir ada lagi kebahagiaan yang belum dia dapat. Akhirnya Eamon,  rekan kerja yang lebih gila lagi bilang bahwa selama Harry mencari maka ia akan temukan yang lain, yang tidak bisa menjadi pembanding dengan yang lain. Maka belajarlah untuk mencintai seseorang secara terus menerus.

Dalam buku ini, Harry juga harus berhadapan dengan beberapa masalah. Juga dimana ia harus berinteraksi dengan anak tirinya, mantan istri, ibunya yang sakit dan anak kandungnya Pat yang tinggal bersama dengan ayah tirinya.

Tapi lagi, Tony Parson tetap mengurai kalimatnya sebijak mungkin. Inilah yang bikin kita merasa, "wah ternyata serumit apapun, kita harus menghadapinya dengan tenang dan sebijak mungkin!"

Kembali dengan tokoh utama seorang pria menuju dewasa, around 30, Tony Parsons bercerita tentang cinta. Hare.. gene.. ngomongin cinta ? Terserah!

Alfi, dalam kondisi gamang karena istrinya belum lama ini meninggal dunia dalam satu kecelakaan waktu mereka diving, membuat hari-hari ke depan yang dilaluinya terasa hampa. Hidup tetap berjalan tanpamu. Tapi apakah semudah itu ?

Inilah yang dikisahkan dengan manis oleh Tony Parsons. Dengan gaya bercerita yang ringan, melantur, kadang ada kejutan, Tony berkisah tentang hari-hari Alfi yang mencoba memulai hubungan baru dengan perempuan-perempuan baru. Kehidupan yang pas-pasan karena profesinya "hanya" seorang guru kursus bahasa Inggris - dan di Inggris pula -, lumayan memberi kesan tersendiri karena menghadirkan sosok orang biasa, orang-orang yang sehari-hari kita temui.

Alfi selalu ragu, selalu membandingkan dengan sosok almarhumah Rose, yang membuatnya selalu tidak bisa menetapkan pilihan. Tapi hidup memang kadang menghadirkan kejutan. Sebuah kejutan yang menghentak, membuat Alfi harus siap menghadapi kenyataan.