//Recent Comments Settings var numComments = 5; var characters = 60;

09 March 2011

Pelit Ilmu


Sebenernya agak kesel tapi gue cuma senyum aja ngeliat tingkah orang yang satu ini. Ini cerita tentang tukang photocopy yang sekaligus bisa cuci cetak poto. Ampun! Padahal gue cuma Tanya, “Itu nge print nya pake R230 ya?” dia cuma mesem trus jawab, “Nggak kok, gak pake printer” Owh… (dari sini udah keliatan lagak ‘pelitnya’) gue jawab lagi sambil meragain kedua tangan menepuk trus ngebuka lebar (cilukbaaa), “Oh gini ya, bim salabim.. jadi deh potonya!” hehe (sewot).


Case sebenernya karena gue punya masalah dengan printer itu dikantor dan kalau memang bener dia pake printer kan gue bisa sharing masalah. Mungkin ne orang gak mau orang lain tau area kerjanya. Hiyehh cape deh! Huah, dia pikir gue gaptek, please deh (nyombong dikit) paling gak jauh beda, ngeditnya pake photoshop, please deh jgn terlalu gayyaa…

Dulu gue banyak belajar gimana interaksi sama user-user warnet. Apalagi kalau mereka ada trouble mulai dari masalah kecil, gede ampe masalah yang gue gak tau jawabannya. Walhasil dengan komunikasi + sharing itu mereka sangat2 seneng apalagi kalau ternyata mereka terbantukan. Take and give + feedbacknya kerasa banget. Disamping nambah ilmu pengetahuan, kita juga bisa tambah relasi dan yang pasti adalah excellent service yang bikin mereka comeback lagi. Rasanya hidup ini juga gak singkat-singkat banget kaya jawaban dia!

Orang pelit ibarat katak dalam tempurung, bisa jadi! Ilmunya mungkin bertambah tapi gak  bermanfaat. HUH HAH HOH masih aja ada orang kaya gitu, di dunia lagi! (was wes wos). Pokokna wat yang baca ini jangan sekali kali pelit, even itu bukan soal ilmu tapi juga hal lain karena semua yang kita miliki adalah anugrah + titipan Allah yang sewaktu2 bisa diambil lagi.

Okelah kalau begitu, sekian dulu was wes wos kali ini seraya berkata “emang resseh tuh cowo!” eh salah “astagfirullahal’azim…”

26 February 2011

Pick Up Point of kajian

[/caption]

Kajian sabtu ini tgl 26/2/2011 membuat gue berpikir. Alhamdulillah, syukron ya Rab, teguran Mu sangat halus. Merayap dari ujung sarafku, meresap kedalam darahku dan mengendap disini... aku biarkan,... aku biarkan hingga hidayah Mu mengalir, bersikulasi sampai akhir hayat.
Terima kasih untuk penyelenggara kajian, Mas Budi dan Ust . Kodiran Salim yang sangat semangat berjuang, berjihad di jalan Allah, meneladani Rasuluwloh SAW. Semoga rahmat dan hidayah Allah selalu tercurah untukmu…

Kajian kali ini adalah tentang Mengkritisi Tradisi Syirik Nusantara. Bagaimana masyarakat sekarang sudah banyak terkontaminasi oleh tradisi-tradisi berkedok Islam. Yang jika dirunut, bahwa tradisi adalah ajaran nenek moyang, sedang islam adalah agama Allah yang tata cara kehidupannya diatur dalam Al-quran dan sunnah Rasuluwloh bukan dari nenek moyang.

Banyak sekali fenomena-fenomena yang bisa kita lihat. Mulai dari peringatan Maulid yang hakekat dan inti sarinya telah hilang. Kemudian praktek-praktek perdukunan berkedok Islam, juga pengaruh-pengaruh lain yang telah meresap dan mendarah daging dalam tubuh individu umat islam seperti beberapa diantaranya adalah : perkawinan beda agama, mengatakan bahwa arti iman adalah sekedar percaya, pengertian ibadah yang sempit dan penyalah artian syahadat.

Disini diungkap dan dibongkar, yang ternyata telah sampai pada kurikulum pelajaran di Indonesia. Sebagai contoh pengertian iman tadi, yang sekarang diterjemahkan secara bahasa atau etimologi atau terminology adalah percaya, tetapi sebenarnya iman itu adalah taat dan patuh kepada Allah dan rasul bukan sekedar percaya, dan syahadat yang sekarang notabene oleh orang diartikan dengan “Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa nabi Muhammad adalah utusan Allah”. Lalu, dimana letak pengakuannya jika hanya menjadi saksi?

so? Which one? Coba pkirin deh! Dan masih banyak lagi hal-hal serupa yang telah disimpangkan dan berhasil menyimpangkan pemahaman umat muslim saat ini. Coba lebih teliti lagi! (bersaksi dan mengaku adalah 2 perbuatan yang berbeda arti)

Pada setengah waktu kajian juga dibahas tentang bagaimana belajar al-quran. Ini dibahas karena kondisi yang tersebut diatas adalah salah satu akibat dari minimnya umat muslim yang mau belajar al-quran, atau bahkan belajar tapi gak tau cara belajar al-quran yang sebenernya.

Coba perhatikan hadist berikut

“Barangsiapa membaca satu huruf Kitab Allah, maka dia mendapat pahala satu kebaikan sedangkan satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat…”



Dan kalamullah, dalam al-quran, surat Al-ankabut ayat 45 yang berbunyi :

utlu maa uuhiya ilayka mina alkitaabi wa-aqimi alshshalaata inna alshshalaata tanhaa 'ani alfahsyaa-i waalmunkari waladzikru allaahi akbaru waallaahu ya'lamu maa tashna'uuna

Artinya:

Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur'an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Dan An-nahl ayat 44 ;

bialbayyinaati waalzzuburi wa-anzalnaa ilayka aldzdzikra litubayyina lilnnaasi maa nuzzila ilayhim wala'allahum yatafakkaruuna

Artinya:

keterangan-keterangan (mu'jizat) dan kitab-kitab. Dan Kami turunkan kepadamu Al Qur'an, agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan,

Saat ini banyak sekali orang yang berlomba-lomba mengejar pahala dengan membaca Al-quran, tamat sekian kali tanpa mereka tau dan paham tentang isi al-quran. Padahal dalam An-nahl  ayat 44 telah jelas diterangkan, bahwa kita tidak hanya membaca ->Iqra (sebatas Khauniyah) tapi juga utlu maa (khauliyah) yakni memahami kemudian mempelajari, menerangkan dan mengerjakan. Oleh sebab al-quran merupakan tuntunan hidup bukan hanya sekedar bacaan. Mungkin inilah satu akibat dari kontaminasi pemahaman dimana umat muslim sekarang lebih banyak mengutamakan hadist sebagai argumentasi pertama dari pada al-quran. Dan untuk realisasi perilaku yang dicontohkan dalam al-quran sendiri pun sirna entah kemana. Bisa dilihat, sebagai contoh di Indonesia yang rakyatnya dominan beragama islam tapi perilakunya masih jauh dari ajaran islam itu sendiri seperti korupsi alias pencurian, kemaksiatan, pembunuhan dan sebagainya.

Demikian kawan, begitu mirisnya kondisi umat islam sekarang, dan kembali ke diri ini yang secara tidak sadar telah ikut terbawa arus, Astagfirullahal’azim… Semoga kita tergolong kedalam hamba-hamba Allah yang diberi petunjuk.

Sebelum dan sesudahnya thanks udah mampir dan baca ini. Mohon koreksi, saran dan pendapatnya terhadap postingan ini, mohon maaf jika ada kesalahan. Syukron…

24 February 2011

Tak ada yang palsu

Ayo Kemari!

Tatap mukaku selekat yang kau mau

Adakah kau lihat wajahku palsu?


(kau ragu)

Atau..

Kau lihat cabai di gigiku?

Nikmati saja!

(hening)

Kau boleh merayap, menyusup kedalam dadaku

Apa yang kau lihat?

(kau berpikir)

Ah, bukan itu! kau salah!

Tapi ada nama disana

Nama yang terbentuk karenamu

Lihat kan? asli!

Ayo kemari

Tatap wajahku lagi

Tak ada yang palsu kan?

23 February 2011

Pergilah

om gugel punya gambar
Ketika jemari ini tak mampu menyentuhmu maka hatiku berbicara

Bahwa aku disini bukan untukmu lagi...

Bahwa aku mengikuti waktu yang bergulir seiring usiaku

Pergilah perlahan wahai bayang

Pergi dan bawa cerita aku dan dirimu kemanapun kau suka

Jika kau mau kembali, maka patutlah kau ketuk kembali pintuku


Dan saat itu kau bukanlah bagian dari jiwaku lagi

19 February 2011

Lebay dikit, bole la….



Subhanallah, siang itu… gue dan temen gue sebut saja namanya Shafira (nama palsunyah lebih bagus dari nama asli ternyata!) kala itu abis beres kajian… ada someone (ikhwan oh ikhwan lagihh…). Mata ini tidak berhenti menatap, karena kalau berkedip maka tatapan kedua jatohnya
dah bukan nikmat (tul???) Tapi akhirnya gak kuat juga (takut kelilipan) tertuju pula pandangan ini sama apa yang diberikannya. Sepotong kertas kecil. (Gak minat banget liatnya) untung moment itu dipotong sama sesi ketemu temen chating lama, hehehe lagi lagi… ikhwan… (rejeki daghhh…) Syafira pun cuma mesem-mesem sambil nyemangatin tuk negur sang kawan lama.

(Disini bukan mau cerita kawan lama!) dan kemudian… gue menghampiri someone yang barusan mencuri hati gue, aih! Bulu matanya sangat lentik! (kalah deh salon juga). Jujur aja gue suka sama kue pia. Apalagi yang ditawari itu pia  korma… um… (gak nepsong, tapi patut dicoba). Keputusannya gue beli tiga. Tadinya mau 5 tapi karena gak dikasi bonus gak jadi. Wkwwkk…Syafira hanya beli dua. (Iiii sebel kenapa harus Syafira sih ??!!!  masalahnya ngettiknya ribet!!) Then… gue pulang. Sebelumnya sih bisik-bisik tetangga dulu ma sohib gue.

Sambil nunggu motor di cuci steam gue cobain kue itu. Masya Allah!!!! Subhanallah!!! Wuenakkkkkkkk banget!! Gue sampe sms Syafira… Gak nyangka deh!!! Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan bumi, langit dan semua isinya, juga yang telah memberi pengetahuan pun keahlian yang sangat baik buat pembuatnya… gue berdoa semoga usahanya luancarrr…. Saking terharu gue menitikan air mata karena kuenya enak… perlu di lisensi neh!

Tiba-tiba gue inget kertas selebaran itu. Gue inget penjelasan ikhwan itu, bahwa yang produk itu masih satu group sama kurma Al-Jazira… (ya panteslah!!) subhanallah… Yang lebih teringat lagi adalah senyum, tatapan dan keramahan sang penjual… ademm…

Disana tertera no telp. Gue Tanya Syafira, apakah mungkin nama Yusuf itu adalah nama sang ikhwan. Daripada gambling mending sms langsung. Tapi… gue berusaha sabar, tunggu aja minggu besok. Mudah-mudahan ketemu lagi, (kalau gak, terpaksa deh disamperin.. hehehhe) mau beli maksutnyahhhh (jgn ngeres dehh)

Yah kawan-kawan itulah sekilas infonya, moga bermanfaat. Kalau yang penasaran mangga we di hubungi ke nomor itu…

Note : suer gue gak boong, kuenya enak banget!

Note lagi : Ya Rab pertemukan hamba dengan dirinyah… please… ! (maksa.com)

Note lagi lagi : Syafira besok jgn lupa kajian lage…

18 February 2011

Boong itu dosa tau...!

 Keponakan gue yg ke-5 udah gede sekarang. Pagi ini gue ketawa ketiwi karena dia tau bahwa cerita gue sangat-sangat imposible.

Gini ceritanya : “De, kemarin aku ketemu sama bebek. Terus bebeknya nanya aku gini : Ceu, Apannya ada…? Terus cece bilang: ada… Terus ada Harimau ada buaya ada Burung, Monyet banyak deh, katanya kalau dede ulang tahun mau datang, boleh gak…?”

Dulu, si Apan pasti bilang, “boleh” dan nanya ini itu sampai besok atau lusanya nanya lagi apa binatang-binatang itu jadi datang apa nggak. Wkwkw ada-ada ajah! Tapi pagi ini pas dia mau berangkat sekolah dan gue cerita itu, dia cuma jawab dengan gaya bicara anak sekarang, “
gak mongkennn!!! Yang ada kalau dede ulang tahun ntar kadonya di gigitin lagih!” spontan gue ngakak, hahaha ternyata keponakan gue udah mudeung. Lucu juga.

Itu baru cerita yang dah jadi kebohongan publik di rumah. Ada lagi lagu yang gue ciptain buat dia gini lagunya, ‘Pong… apong, apong aulano, bang abang, abang abang lano. Bang lano bang lano bang lano, abang abang abang, abang abang lano bang lano bang lano bang lano, abang abang abang, abang lano….” Nadanya makin lama makin tinggi dan cepet. Dia bilang, “ceceu apa apa sih!! Emang dede anak kecil apah?! boong itu dosa tauuuu ...!!