//Recent Comments Settings var numComments = 5; var characters = 60;

17 June 2012

LOWBAT


Acer episode 1
Oleh : Rini Apriani
Lowbat part 2 bisa di klik disini

Sore itu langit berwarna abu tua, tertutup oleh bergumpal awan raksasa dengan berat berlebih. Hanya tinggal menunggu waktu sampai kantung-kantung air itu robek dan memuntahkan kandungannya. Hal itu menjadikan suasana jalan utama di komplek Amora terasa sibuk. Kendaraan roda dua dan empat berseliweran dalam kecepatan sedikit melebihi batas aman kawasan penduduk, melewati orang-orang yang berjalan tergesa dengan was-was.

Salah satunya seorang gadis berjilbab merah marun yang berjalan setengah berlari, terdengar panik dalam percakapan telpon. Terlebih, suara Tut..Tut Hand Phone yang  terkadang menyela percakapan semakin membuat dirinya kalang kabut.

“Tar,  kalo dah ketemu  pos satpam yang deket pohon kapuk,  belok kiri trus tar belok ke kanan...” ucap suara melengking diujung telpon dengan tempo cepat.

“Hah? Pos satpam yang ada pohon kapuk?” Jawab gadis itu sambil mengkerut, dengan tempo yang tak kalah cepat.

Tut..Tut... Hand Phone dalam genggamannya berbunyi lagi.

 “Iya, Pos Satpam yang sebelahnya pohon kapuk gede! Trus tar bel....” 

Tut..Tut. 

Lalu senyap.

Gerak gadis itu langsung terhenti. Terperangkap dalam beberapa detik yang beku. Hingga akhirnya, tangan yang menggenggam Hp yang layarnya kini berwarna gelap itu, perlahan turun menelusuri sisi tubuhnya yang lesu. 

Ini bukanlah kali yang pertama. Gadget yang dulu merupakan kebanggannya itu, kini memang semakin sering mengecewakan dirinya. Seiring meningkatnya intensitas gemuruh dalam hati, genggamannya terhadap gadget itu semakin keras seakan hendak menghancurkannya dalam sekali genggaman.

Namun angin yang awalnya kering, mulai terasa lebih lembab. Membangunkan akal sehatnya untuk segera melanjutkan  perjalanan. Meski untaian kata yang diucapkan lawan bicaranya tadi masih seperti kepingan puzle tak lengkap, namun yang pasti ia kini harus menemukan pos satpam yang bertetangga dengan sebatang pohon kapuk raksasa.

(Bersambung)
***

Tentang Penulis
Nie adalah nama panggilan sejak kecil yang diambil dari kata terakhir dari nama depan dan belakang asli penulis. Disebabkan tingkat kesakralannya yang tinggi, maka nama Nie juga dicatut sebagai nama samaran penulis. Perlu diingat, pengucapan Nie yang benar adalah Ni bukan Ni-ye apalagi Ni-eu. Meskipun dinama asli kata Ni tidak menggunakan huruf “e”, namun penambahan huruf “e” ini dirasa URGENT agar lebih berkesan artistik. Sekiranya cukup sekian, karena segala informasi yang berkaitan dengan pribadi penulis adalah bersifat TOP SECRET.




1 comment:

  1. Hehehe... sip lah Rin, ditunggu sambungannya Miss Eri dkk ^^

    ReplyDelete